SKP

Dalam rangka menyambut era persaingan pada ASEAN Economic Community (Masyarakat Ekonomi Asean), maka diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai ketrampilan dan keahlian yang tersertifikasi secara nasional. Dengan pertumbuhan listrik yang mencapai 8,4% per tahun mampu memberikan dampak yang cukup siginifikan bagi pertumbuhan jumlah tenaga teknik di bidang pembangkit tenaga listrik.

Sedangkan dari sisi governance, kebijakan pemerintah yang tertuang pada UU No.30 Tahun 2009 Pasal 44 ayat 6 yang berbunyi “Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki sertifikat kompetensi”.

Kebijakan pemerintah ini tentunya berdampak bagi bisnis PJB Services. Dengan asumsi market share PJB Services empat tahun kedepan mencapai 18%, diproyeksikan berdampak pada penambahan jumlah tenaga teknik sebanyak 3.800 orang. Oleh karena itu PT PJB Services sebagai penyedia tenaga teknik dibidang pembangkitan wajib mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.

Dengan adanya fenomena semakin meningkatnya kebutuhan akan tenaga teknik tersertifikasi sedangkan lembaga terakreditasi yang terbatas, mendorong PT PJB Services untuk bersinergi dengan Yayasan Kesejahteraan PT PJB (kepemilikan saham 5%) mendirikan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang lembaga sertifikasi kompetensi.

Pada tanggal 6 Mei 2015 berkedudukan di Jakarta berdirilah PT Sertifikasi Kompetensi Pembangkit Tenaga Listrik (PT SKP). PT SKP akan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2015 dan ditarget pada tahun pertama mampu mensertifikasi tenaga teknik sebanyak 1.500 orang. Mudjiono, selaku Direktur PT SKP, dalam RUPS pertama yang diselenggarakan pada 3 Juli 2015 pada tahun 2015 akan lebih fokus pada efisiensi biaya dan secara paralel roadshow pengenalan PT SKP sebagai lembaga sertifikasi terakreditasi kepada pelanggan potensial.